Sejarah Desa Sumbersari
Kisah panjang Desa Sumbersari berawal dari langkah berani sepasang suami istri asal Sumenep, Madura, yang dikenal dengan nama Bujuk Panggih. Keduanya merintis peradaban dengan membuka kawasan hutan belantara untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus lahan pertanian yang subur. Pemilihan nama desa ini memiliki makna yang mendalam; diambil dari kata “Sumber” yang berarti mata air kehidupan. Keberadaan sumber air yang melimpah ini bagaikan oase yang menjadi magnet dan harapan baru, terutama bagi masyarakat Madura pada masa itu yang tengah berjuang menghadapi keterbatasan lahan pertanian di tanah kelahiran mereka.
Seiring berjalannya waktu, rintisan permukiman sederhana tersebut mekar menjadi sebuah kawasan yang ramai dan terstruktur. Tonggak kepemimpinan desa pertama kali diemban oleh Buyut Endi, putra kandung dari Bujuk Panggih, yang dipercaya sebagai Kepala Desa pertama. Sejak saat itu, estafet pemerintahan terus bergulir melintasi berbagai periode hingga kini dinakhodai oleh Bapak Muhammad Yono. Jejak sejarah ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cerminan kebanggaan warga atas transformasi luar biasa Desa Sumbersari—dari sebuah kawasan hutan yang sunyi, kini menjelma menjadi desa yang guyub, berdaya, dan terus berkembang dari generasi ke generasi.